Bagaimana Manusia dan Aku Berubah
Manusia berubah dan aku pun berubah. Seperti malam ini... aku rebah di atas kasurku, di bawah langit-langit kamar, aku menatap layar handphone. Aku kembali menemukan kehebatan sebuah tulisan. Hanya dari satu tulisanku satu tahun lalu, aku bisa mengenang perasaan yang kurasakan dulu dan menyadari betapa naifnya diri ini. Entahlah, apakah aku menertawakan kekonyolan diriku di masa lalu yang naif atau meremehkan diriku saat ini yang menjadi pengecut... karena dasarnya begini; pada hakekatnya, dalam konteksnya, aku valid dinyatakan menyerah. Aku yang dulu—dengan keberanian dan mimpi yang dulu—sangat jauh berbeda dengan aku yang sekarang. Ternyata benar, manusia berubah. Aku seperti menjadi dua orang yang berbeda. Aku merasa diriku di masa lalu lebih hebat ketimbang aku saat ini. Namun, lewat tulisannya, aku menyadari bahwa masa depan bagaimanapun harus lebih maju dari masa lalu. Ia secara langsung menyuruhku untuk kembali mencintai dan secara tulus menerima diriku sendiri ...