Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Dep

Sebuah emosi yang memuncak di ubun-ubun Memuntahkan semua sesak yang membuat muak Menerkam harap yang sudah melayu lebur Terjatuh hancur luluh penuh Aku lepas atap Hingga tubuh kuyup seluruh Dan demam yang mendesak dada Menggigil jenuh mati keruh Tak ada yang tahu Sekali berkata tak mau tahu Hanya diri yang menyimpan tamu Yang datang mendekam tak tahu malu... Bekasi, 29 agustus 2016 -DI

For You

... Mungkin saat ini aku memang belum tahu kau siapa, aku bahkan tidak tahu nama dan bagaimana wajahmu. Tapi aku ingin kau tahu. Saat ini aku sedang berusaha memantaskan diri menjadi yang terbaik untukmu. Jadi, aku harap kau juga sedang memantaskan diri untukku. Ketahuilah wahai kau yang disana, aku tidak seperti anak-anak remaja jaman sekarang yang memiliki status berpacaran. Sibuk bilang sayang sana sini, sibuk pegangan tangan, sibuk mengeluarkan uang untuk beli hadiah, dan sibuk mati-matian untuk membuat doi bahagia, padahal ujung ujungnya pun juga akan putus. Hehe.. Kau, dengarlah. Aku tidak berharap padamu, karena aku tahu, Allah tidak suka jika aku mengharapkan orang lain kecuali kepadaNya. Aku bahkan belum berani berdoa dan menceritakan tentangmu kepadaNya. Aku hanya berani untuk sekedar memikirkanmu dan bertanya sedang apa kau sekarang. Kau, jagalah shalatmu. Aku pun disini sedang berusaha mati matian untuk menjaga shalatku. Entah bagaimana kita bertemu nanti, itu semua te...

.

Selepas lelah ini pergi Aku akan kembali pada dinding yang kokoh Bersandar pada angin yang membawaku terbang Membuang sesak kepala yang dipenuhi penat Rinduku pada sesosok waktu luang Terlelap, tertawa lepas, terbang bebas Lalu kembali untuk bersandar Selepas lelah ini lekas Aku akan kembali Menghabiskan waktu yang menua Saat ku tinggal pergi kemarin.. Ra.D

.

Hilang sudah apa yang aku takutkan sekarang Membelah sunyi gelap yang menakutkan layaknya jurang Kedamaian yang semakin merasuk resap dalam jiwa Menguatkan hati bertahan untuk tidak menangis Waktu yang berjalan semakin cepat Yang lelah dalam perjalanannya menuju akhir Mempertemukan keyakinan dan keputusasaan Tidakkah kau lihat apa yang terjadi? Tidakkah kau lihat apa yang berubah? Anginpun bahkan merasakannya barang segelintir Keputusasaan yang mengharapkan dukungan penuh dari sebuah keyakinan... Ra.D

.

Seharusnya aku tahu dari awal Tak ada yang selamanya abadi Aku pun sudah merasa muak dan marah Merasa lelah dan menangis Pergi untuk berlari Dengan semua tekanan yang ada Seharusnya aku tahu sejak awal Tak ada yang abadi untuk selamanya Aku pun sudah tertunduk dan menangis Merasa hilang dan tak berdaya Berlari untuk pergi Dari rasa yang tak mengizinkanku untuk bernapas puas.. Ra.D

Jangan Salahkan Allah

Terkadang apa yang kita anggap benar dan tepat justru salah di mata Allah swt. Hal ini pasti sering banget terjadi di kehidupan. Dan orang orang pun ngga bisa nolak untuk hal yang satu ini. Nyesek dan sakit memang, disaat kita sudah optimis dan yakin banget eh.. malah salah total. Tapi percayalah gan, bahwa Sang Maha melihatlah yang jauh lebih tahu segalanya. Mana yang baik dan buruk sudah ditetapkan olehNya. Mungkin ada something more special yang sudah disiap Allah swt untuk kita dan itu di luar apa yang kita duga. Jadi, janganlah sekali kali menyalahkan Allah hanya semata mata apa yang kita anggap benar tidak diberikan Allah swt. Allah juga pasti ngga mau disalahkan~ Bersabarlah kalau kita dalam situasi seperti ini dan berfikirlah positif, karena siapa tahu kita sedang diuji untuk mendapatkan sesuatu yang spesial tadi. Allah itu romantis. Dan siapa sih orang yang ngga mau diromantisin? Hohoho.. So, selalu sabar dan berfikirlah lebih dari nol :)

Keep yours

Sekalipun janganlah pernah engkau meninggi, karena ada yang jauh lebih tinggi yaitu Tuhan YME. Dan ingatlah bahwa masih ada langit di atas langit. Jangan lupakan bumi saat kau sedang berada di atas awan. Tengoklah sekali-kali ke bawah dan rindukanlah berjalan dengan kedua kaki disaat engkau telah memiliki sayap yang mampu membuatmu terbang tinggi...

Poetry poems

Menatapmu dari kejauhan Memandangmu dari balik punggungmu Mengagumimu dari sepi yang kusembunyikan Kau adalah cahaya Yang selalu bersinar Yang menjadikanku sebuah bayangan hampa Aku sadar Cinta tak selamanya dikatakan cinta Kau bukanlah cinta sejatiku Namun Kaulah rasa kagum atas dirimu yang tidak dapat kucapai... Ra.D

Poetry Poems

Merentang lensa hingga tak terlihat pandang Saat rasa yang tak lagi menyatu dengan jiwa Jarum waktu enggan untuk berhenti menunggu Detik berganti menit hingga hari Bangunlah dari tidur nyenyakmu Sadarlah dari mimpi yang menidurkanmu Lihatlah ke atas Tengoklah ke bawah Disinilah kau berada Pandanglah dunia sampai habis umurmu nanti... Ra.D

Poetry Poems

Rangkul aku saat aku menggenggam harap Tuliskan semua yang kau inginkan dengan rapat Cinta tak harus diucapkan Ia lahir dari sebuah pembuktian Dari sebuah perlakuan dan tatapan Atau sekedar sebuah senyuman Simpanlah Aku senang bisa memilikimu Meski tak diungkapkan Kau tahu bagaimana untuk menjaga sebuah rasa... Di

Poetry Poems

SELAMATKANLAH Diri yang terjatuh dalam doa Jiwa yang terjatuh dalam harap Hati yang terjatuh dalam keyakinan Ku tulis setiap detik kisah hidupku Perasaan Kenangan Harapan Bolehkah aku terbang lebih cepat? Izinkan aku tuk singgah lebih jauh Melampaui batas khayalku tentang kehidupan Patahkan kedua sayapku Agar aku tak mampu lagi menjangkau Jatuh bebas dengan semua cerita waktu Ku julurkan kedua tanganku Dan ku yakin Engkau akan datang untuk meraihnya... Di

poetry poems

Patah Hati Berdiri di ujung curamnya tebing menarikku ke dalam hangatnya rasa sakit Air mata yang habis menertawakan hati Tangis yang merangkul dinginnya harap Aku terus menunggu Aku tetap menunggu Rasa yang lebih dari sekedar doa Aku tahu aku telah kalah Dalam kehancuran yang kau inginkan Lebih dari kelamnya langit malam Aku hampa Hancur tanpa rasa... Di