poetry poems
Patah Hati
Berdiri di ujung curamnya tebing menarikku ke dalam hangatnya rasa sakit
Air mata yang habis menertawakan hati
Tangis yang merangkul dinginnya harap
Aku terus menunggu
Aku tetap menunggu
Rasa yang lebih dari sekedar doa
Aku tahu aku telah kalah
Dalam kehancuran yang kau inginkan
Lebih dari kelamnya langit malam
Aku hampa
Hancur tanpa rasa...
Di
Komentar
Posting Komentar