Pengembara Mimpi
Dingin malam berselimut sunyi senyap
Beralas bintang-bintang yang menjadikannya harap
Membawanya ke dalam kelam ketakutan
Namun ada setitik cahaya keberanian serta harapan
Dia terdiam
Melempar mata jauh pada langit yang mengangkasa
Ragu kesemuan membatasinya pada mimpi mimpi indah
Lalu bertanya dalam kalam
'apakah aku mampu atau jatuh pasrah penuh luka?'
Berbisik bibir pada hati yang gelisah
Tak tahu tujuan dan arah
Kemana kaki kan melangkah
Pada siapa diri kan berserah
Wahai pengembara mimpi!
Tapaki tepian-tepian jurang bertebing
Peras habis peluh yang kini kian meluruh
Melumat rasa yang menjadikanmu bagai serpihan abu
Denyut waktu semakin menyempit
Bertelanjang masa hingga habis terbenam senja
Lalu sadar pada satu kesalahan
Penyesalan yang mengakar hingga anak cucu tiba
Wahai Pengembara Mimpi!
Janganlah kau mencumbu sekuncup harap lalu pasrah
Jejakmu takkan dibiarkan bumi begitu saja memudar
Harum peluhmu takkan dilewatkan angin biru dengan percuma
Rukuklah wahai pengembara mimpi!
Singgahi setiap sujud dengan bisik bisik harap
Menengadah wajah ke langit dengan berlinang airmata
Siapa tahu langit kan mengamini
Wahai Pengembara mimpi!
Inginmu bukanlah fatamorgana yang tak nyata
Harap tidaklah senja yang kan terbenam
Mereka hanyalah bintang bintang yang hampa arah
Ku harap kau pulang dengan rasa berserah juga selamat
2017
Di
Komentar
Posting Komentar