Postingan

Bagaimana Manusia dan Aku Berubah

Gambar
Manusia berubah dan aku pun berubah. Seperti malam ini... aku rebah di atas kasurku, di bawah langit-langit kamar, aku menatap layar handphone. Aku kembali menemukan kehebatan sebuah tulisan. Hanya dari satu tulisanku satu tahun lalu, aku bisa mengenang perasaan yang kurasakan dulu dan menyadari betapa naifnya diri ini. Entahlah, apakah aku menertawakan kekonyolan diriku di masa lalu yang naif atau meremehkan diriku saat ini yang menjadi pengecut... karena dasarnya begini; pada hakekatnya, dalam konteksnya, aku valid dinyatakan menyerah. Aku yang dulu—dengan keberanian dan mimpi yang dulu—sangat jauh berbeda dengan aku yang sekarang.  Ternyata benar, manusia berubah. Aku seperti menjadi dua orang yang berbeda. Aku merasa diriku di masa lalu lebih hebat ketimbang aku saat ini. Namun, lewat tulisannya, aku menyadari bahwa masa depan bagaimanapun harus lebih maju dari masa lalu. Ia secara langsung menyuruhku untuk kembali mencintai dan secara tulus menerima diriku sendiri ...

Sebuah Pertanyaan

Gambar
Hidup itu berat, ya? Banyak hal yang tidak berjalan sesuai rencanamu. Banyak usahamu yang tidak memberikan hasil yang kau mau. Banyak pengorbananmu yang tidak berujung baik. Kau jadi terdiam dan bertanya-tanya, "Apa yang salah?" "Dimana letak salahnya?" "Mengapa berakhir seperti ini?" Kalimat itu terus terngiang di kepalamu, sembari kau mengingat kembali waktu sulit yang selalu kau lewati setiap malamnya. "Apa aku kurang berusaha?" "Apa doaku kurang keras?" "Atau apakah waktu tidurku terlalu lama?" Kau terus berenang-renang dalam pertanyaan itu, lalu tenggelam.  Dan akhirnya kau menemukan dirimu terdampar di dalam dasar yang tak bisa kau tapaki. Kau melayang bersama kesedihanmu dan terombang-ambing dengan keraguan atas dirimu sendiri. Kau menyesalinya. Merasa semua usahamu menjadi sia-sia. Keringat dan airmatamu yang mengering tak lagi berharga. Doa panjangmu yang terlontar dari bibir yang terus berharap tak pernah...

Pembunuh Waktu

Gambar
Setiap cerita akan ada akhir Setiap pertunjukan akan ada penutup Setiap lukisan akan ada goresan penghabisan  Namun, kali ini cerita, pertunjukan, dan lukisan itu bukanlah tentang hidupku -yang masih panjang dan mungkin akan penuh konflik berbelit- belum pantas untuk menyajikan epilog.  Mereka tentang waktu .  Perlahan, waktu yang kujajakan menyingkir. Sisanya terhembus oleh angin dan berlalu bagai kabut bertemu kehangatan. Saat ini, aku sedang berdiri di batas akhir waktu perjalanan yang sudah ku rencanakan sebelumnya. Namun, juga sekaligus sebagai titik awal bagiku untuk kembali mengatur waktu perjalanan selanjutnya.  Ya,  Cerita yang berakhir akan dimulai kembali dengan alur yang baru Pertunjukkan yang ditutup akan dibuka kembali dengan pemain yang baru Lukisan yang digores habis akan dibubuhkan kembali garis dan warna untuk objek yang baru.  Aku sadar, saat membicarakan waktu, kita sepakat bahwa ia tak lekang, tak pupus, tak mati, tak memuda...

Syair Derita

Dalam kehampaan ini kita menari indah Alunan melodi yang bernuansa simfoni mewah Bukankah kita sama-sama tahu bahwa hidup tidaklah mudah? Maafkan aku yang telah membawa dirimu menuju lelah Setelah malam ini menyudah, kupastikan kita berpisah.. Bola mata yang menatapku penuh cinta Bibir yang mengatakan kamu bahagia Tangan yang memeluk hangat sebuah romansa Membuat secarik kertas berisi puisi manis tentang kita Setelah perasaan ini puas terukir, izinkan senyumku menjadi duka.. Menurutmu apa arti rindu setelah bertemu? Tarian kita di tengah bayangan semu Pelukan hangat yang semakin memilu Keluhkan segala rasa yang tersimpan sejak dulu Kita sama-sama tahu, meski berjuang tak melulu berakhir menyatu.. Sayang, Jika pada akhirnya semua terhalang Kenangan yang kita simpan, kupastikan takkan menghilang Bahkan setelah kita kembali pulang Pada masing-masing hati yang malang.. Di tengah lagu yang tak berakhir Aku harap kita mulai menyindir Luka yang telah indah terukir Donge...

Skenario Pencipta - 3 Tahun yang Sudah Berlalu

Hai! Udah lama nggak update blog dan nggak terasa pula waktu udah berlalu. Banyak banget hal yang gue lewati, banyak banget pelajaran yang gue dapat, banyak banget waktu yang sudah tersisih. Saking banyaknya hal-hal dan kenangan-kenangan yang mau gue tulis, dada rasanya kayak mau meledak.  You know, it's like you keep a big secret that must to be told to everyone, but you can't!  Menulis ini membawa gue ke beberapa kejadian yang terjadi di tahun-tahun terakhir. Gue yang hancur karena gagal dapat universitas impian, merasa jatuh sejatuh-jatuhnya ketika harus membuang mimpi gue untuk jadi seorang dokter gigi, merasa nggak berguna dan minder karena malu kuliah di univ swasta sedangkan teman-teman di univ negeri yang bergengsi (ya walaupun univ swasta gue juga bergengsi), hingga yang paling meluluh-lantahkan diri gue hingga menjadi serpihan-serpihan adalah kepergian Papa. Ya, lelaki hebat yang menjadi kekuatan gue pergi begitu aja di saat gue masih membutuhkan dia. Bahkan, dia per...

Tentang Teori Cinta, Kebodohan, dan Rasa yang Tidak Dimiliki

Sekarang aku paham Setelah mempelajari teori-teori tentang cinta Dan melihat bagaimana ia bekerja Sekarang aku paham Dia tak memiliki rasa yang aku kira selama ini.. Melihatnya memperlakukanku lebih spesial dari perempuan lain Aku dengan gamblang menganggap dia menyukaiku Bodoh Aku terlalu percaya diri hingga tidak sadar diri Dia hanya menganggapmu sama seperti teman-teman perempuannya yang lain.. Kau tau bagaimana perasaanku saat ini? Bukan sakit, bukan Aku malu telah membicarakannya pada Sang Pencipta juga pada mama ku Terlebih dia mendukung Dan lebih dari itu Marahku pada diri sendiri yang merasa bodoh telah terlalu tinggi Aku yang bercampur aduk rasa dalam diri Sedangkan dia tenang dengan rasanya sendiri Bisakah aku lepas rasa saat ini? Melupakannya dan menganggap semuanya takkan pernah terjadi Tentang teori cinta, kebodohanku, dan rasa yang tidak dia miliki..

I STILL WANT YOU

Gambar
.Oleh Di. Di bawah langit biru itu, mereka berdiri terdiam. Saling menatap satu sama lain, mencoba membaca apa yang memenuhi isi kepala juga hati. Gadis bersurai legam panjang menundukkan wajahnya . Ia tak mampu lagi menahan degupan jantungnya yang serasa ingin berpindah tempat. Tembakan mata almond lelaki itu mampu membutakan pandangannya, meruntuhkan kekuatannya, meluluhkan perasaannya. Ia ingin mendekapkan tubuhnya dalam-dalam pada hangat mata itu. "Selamat tinggal" Bibir kecil, yang dihiasi warna merah muda, menuturkan kata yang membuat hatinya menjadi serpihan serpihan rasa sakit. Kepalan tangan itu terkatup kuat seakan siap meninju wajah dihadapannya sembari berteriak, jangan pergi. "Selamat tinggal" Air mata itu jatuh. Bodoh! Kenapa harus sekarang menangis. Gadis itu mengangguk. Keberaniannya masih ciut untuk kembali menatap mata almond itu. Beribu perasaan memuncak hingga ubun-ubun kepalanya. Banyak kata yang ingin ia sampaikan, namun gadis itu menj...